Sunday, October 14, 2012

KONSEP INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

KONSEP INTERAKSI MANUSIA
DAN KOMPUTER
Pengenalan IMK
  • Pada tahun 1970 mulai dikenal istilah antarmuka pengguna (user interface), yang juga dikenal dengan istilah Man-Machine Interface (MMI), dan mulai menjadi topik perhatian bagi peneliti dan perancang sistem.
  • Perusahaan komputer mulai memikirkan aspek fisik dari antarmuka pengguna sebagai faktor penentu keberhasilan dalam pemasaran produknya.
  • Istilah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) mulai muncul pertengahan tahun 1980-an sebagai bidang studi yang baru.
  • Istilah IMK mengisyaratkan bahwa bidang studi ini mempunyai fokus yang lebih luas, tidak hanya sekedar perancangan antarmuka secara fisik.
Pengertian IMK
•      Interaksi adalah komunikasi antara dua atau lebih objek yang saling mempengaruhi satu sama lain.
•      Interaksi Manusia dan komputer merupakan komunikasi dua arah antara pengguna (user) dengan sistem komputer yang saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Jadi Interaksi manusia dan komputer merupakan disiplin ilmu yang mempelajari desain,evaluasi, implementasi dari sistem komputer interaktif untuk dipakai oleh manusia,beserta studi tentang faktor-faktor utama dalam lingkungan interaksinya.
I.  Definisi IMK
·         Sekumpulan proses, dialog, dan kegiatan dimana melaluinya pengguna memanfaatkan dan berinteraksi dengan komputer
·         Suatu disiplin ilmu yang menekankan pada aspek desain, evaluasi, dan implementasi dari sistem komputer interaktif untuk kegunaan manusia dengan mempertimbangkan fenomena-fenomena disekitar manusia itu sendiri
·         Suatu studi ilmiah tentang masyarakat didalam lingkungan kerjanya
·         IMK didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang fenomena di sekitarnya.
·         IMK pada prinsipnya membuat agar sistem dapat berdialog dengan penggunanya seramah mungkin.
Sistem IMK
HCIS = ƒ (h,m,e,i,t)
Dimana:
HCIS = sistem manusia dan komputer
h = subsistem manusia
m = subsistem mesin
e = subsistem lingkungan
i = interaksi manusia dengan sub-sub sistem
t = waktu, lamanya interaksi terjadi
Berdasarkan asal katanya, interaksi merupakan suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Sedangkan manusia merupakan makhluk hidup yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dan komputer sendiri yaitu alat yang digunakan untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.
Dengan masing-masing pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Interaksi Manusia dan Komputer merupakan suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi antara makhluk hidup yaitu manusia dengan sebuah alat yang digunakan untuk mengolah data atau disebut juga komputer yang mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain.
USER
Pengguna secara individu, suatu group dari pengguna yang bekerja sama, atau sekelompok pengguna dalam organisasi; dimana masing-masing berhubungan dengan bagian sama dari suatu kerjaan atau proses. Pengguna berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan menggun akan bantuan teknologi (komputer)


KOMPUTER


Komputer adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengontrol suatu proses atau sebuah sistem; Jenisnya dapat berupa komputer yang berskala kecil /desktop sampai keskala besar seperti komputer super. Komputer dapat juga berupa suatu teknologi yang dapat ditempelkan/ dicangkokkan (embedded system) ke suatu benda




INTERAKSI
Setiap komunikasi antara pengguna (user) dengan komputer, secara langsung maupun tidak langsung; Interaksi tersebut melibatkan suatu dialog dengan suatu umpan-balik (feedback) dan kontrol hasil kinerja dari suatu kerja; Interaksi yang yang bagus antar pengguna dengan pemberi dapat memberikan suatu kemudahan dalam melakukan pekerjaan sehingga dapat menghasilkan suatu hasil yang diinginkan tepat waktu.
Interaksi bisa dikatakan dialog antara user dengan komputer.
Model atau jenis interaksi, antara lain :
1.      Command line interface (perintah baris tunggal)
contoh : unix, linux, dos
2.      Menu (menu datar dan menu tarik)
contoh : hampir semua software menggunakan menu
3.       Natural language (bahasa alami)
contoh : bahasa pemrograman terstruktur (belum objek)
4.       Question/answer and query dialogue
contoh : mysql, dbase interaktif, dll
5.       Form-fills and spreadsheets
contoh : excel, lotus, dll
6.       WIMP
- Windows Icon Menu Pointer
-    Windows Icon Mouse Pulldown Menu
II.  ILMU YANG TERKAIT DENGAN IMK
  1. Teknik elektronika & ilmu komputer =memberikan kerangka kerja untuk dapat merancang sistem HCI
  2. Psikologi
    memahami sifat & kebiasaan, persepsi & pengolahan kognitif, ketrampilan motorik pengguna
  3. Perancangan grafis dan tipografi sebuah gambar dapat bermakna sama dengan seribu kata.
    Gambar dapat digunakan sebagai sarana dialog cukup efektif antara manusia & komputer
  4. Ergonomik
    berhubungan dengan aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman, misal : bentuk meja & kursi kerja, layar tampilan, bentuk keyboard, posisi duduk, pengaturan lampu, kebersihan tempat kerja
  5. Antropologi
    ilmu pengetahuan tentang manusia, memberi suatu pandangan tentang cara kerja berkelompok yang masing -masing anggotanya dapat memberikan konstribusi sesuai dengan bidangnya
  6. Linguistik
    merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Untuk melakukan dialog diperlukan sarana komunikasi yang memadai berupa suatu bahasa khusus, misal bahasa grafis, bahasa alami, bahasa menu, bahasa perintah
  7. Sosiologi
    studi tentang pengaruh sistem manusia-komputer dalam struktur sosial, misal adanya PHK karena adanya otomasi kantor.
IV.  MENGAPA KITA BUTUH IMK
Kita butuh IMK adalah agar kita lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.serta bisa membuat waktu pengerjaannya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam membuat suatu pekerjaan.
Dan untuk mahasiswa IT,kita bisa membuat aplikasi ataupun program dengan cepat dikarenakan kita memakai aplikasi yang memiliki interaksi yang mudah dipakai dan dimengerti. Human-Computer Interface (Interaksi Manusia dengan Komputer)
Pada awalnya pengembangan komputer lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan dan kecanggihan peralatan komputer, sedangkan dari aspek manusia sebagai user kurang diperhatikan. hal-hal sederhana seperti kenyamanan dan kemudahan dalam menggunakan komputer jarang diperhatikan.Pada kenyataan sebenarnya, faktor brainware sangat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri. Apabila suatu teknologi lebih mudah dimengerti oleh user maka user dapat menggunakan teknologi itu dengan maksimal. Oleh karena itu, faktor interaksi manusia–komputer pun menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan.Pada kondisi dewasa ini, IMK mulai mendapatkan perhatian dari para perancang sistem. Aspek hubungan manusia-komputer mulai dipandang sebagai aspek penting. IMK mulai berkembang setelah PD II. Mula-mula ilmu yang berkaitan adalah biomekanik, antropometri, penelitian mengenai penglihatan, kemudian bergeser ke arah prinsip-prinsip pengembangan representasi informasi.
Dalam perkembangan bidang-bidang kegiatan lain yang berhubungan dengan kajian IMK adalah: Ilmu komputer sebagai kerangka dasarnya.
Psikologi menyangkut tingkah laku, persepsi, dan pemrosesan kognitif user Ergonomi (human aspect), melihat aspek-aspek titik kenyamanan user sewaktu menggunakan sistem.
Kebebasan melihat komunikasi antara user-sistem.
Sosiologi, meminjam dampak sistem manusia-mesin pada system kemasyarakatan.
Antropologi, mengamati interaksi sekelompok manusia dengan mesin.
Desain grafis, mengikuti tuntutan user yang semakin lebih suka menggunakan grafis sebagai antarmuka dengan mesin.
Faktor-faktor penting dalam interaksi manusia-komputer antara lain:
Kinerja manusia Dalam hal ini mmenyangkut karakteristik dasar manusia dan keterbatasannya seperti fleksibilitas, ketrampilan, kesalahan, kecepatan, dll. Beberapa aspek khusus tentang ini adalah pemilihan (seperti memodelkan pengguna), pelatihan (misalnya dalam pengambilan keputusan), user support (seperti problem solving).
Kinerja sistem computer Karakteristik dasar dan keterbatasan sistem dengan memandang aspek khusus berkaitan dengan IMK seperti fasilitas bahasa, waktu respon sistem, sekuritas.
Antarmuka perangkat keras Display, kontrol, terminal, aplikasi ergonomi untuk desain workstation yang baik, kebutuhan manusia dan peralatan-peralatan baru. 
Antarmuka perangkat lunak Media komunikasi non-perangkat keras, aspek IMK dari sistem linguistik dan bahasa, organisasi informasi.
Lingkungan
Fisik: ruang workstation dan layout-nya, pencahayaan, suara, dsb. Psikologikal: pengaruh kelompok kerja, struktur pekerjaan (seperti shift kerja), struktur sistem (open / closed, rigid / flexible, dsb), keadaan sosial dan desain organisasi.
Aplikasi spesifik Pengguna spesialis, bisnis, naif, sistem publik.
Problem spesialPengaruh IMK pada desain pekerjaan dan organisasi, serta masyarakat, privasi informaasi personal, kasus-kasus khusus, dokumentasi dan bantuan-bantuan lain, dsb.

Pengembangan suatu sistem komputer harus dapat melakukan komunikasi yang nyaman dan mudah. Kendala yang sering terjadi disebabkan perilaku user yang tidak dapat dipastikan. Beberapa karakteristik manusia yang mempengaruhi interaksi manusia dengan sistem komputer, yaitu: Operasi Dedicated / casual (apakah operasi yang dihadapi itu terus menerus atau bersifat satu kali penggunaan) jenis pekerjaan Mampu atau tidak mampu melakukan pemrogramanm memiliki daya intelegensia tinggi / kurang Terlatih / tidak terlatih Aktif / pasif (aktif maksudnya memulai interaktif, berinisiatif)
Lingkungan pekerjaan bertekanan atau tidak bertekanan (underpressure / dead line atau tanpa tenggat waktu)
Perbedaan usia yang mempengaruhi perbedaan pengalaman, pengetahuan, kemampuan belajar dan adaptasi, kemampuan fisik
Perbedaan personalitas pengguna Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam perancangan user interface agar lebih efektif, antara lain:
Menu
Pengisian formulir
Bahasa perintah
Bahasa alami
Manipulasi langsung
Dalam memilih teknik apa yang akan digunakan perlu diperhatikan faktor-faktor
berikut :
Siapa pemakai sistem
Banyaknya aplikasi yang diterapkan pada komputer yang sama
Komunikasi dalam jaringan
Kerumitan pekerjaan sistem
Panjang operasi
Urutan operasi
Akurasi
Sumber masukan
Faktor-faktor lain seperti: harga, hardware, kerumitan implementasi, dll.
Dalam konteks interaksi, ada aturan yang dikenal dengan nama ‘7 Golden Rules’, yaitu:
Konsistensi
Keharmonisan kombinasi dengan ekspresi yang singkat tapi powerfull, misalnya:
singkatan perintah
macro-command
cut & paste
undo-redo
nilai standar (default)
Mengurangi beban kognitif
Interaksi yang dikendalikan user
Fleksibel
Dialog terstruktur
Error Handling

Hubungan Komunikasi dengan Humas



Hubungan Humas dengan Komunikasi
Peran komunikasi timbal balik dalam perusahaan masa kini adalah hal yang mutlak. Biasanya peran tersebut diserahkan kepada pihak Public relations. Itu artinya hal terpenting bagi PR/humas adalah kemampuannya mengemban fungsi dan tugasnya dalam melaksanakan hubungan komunikasi kedalam dan keluar. Maksudnya adalah upaya pembinaan hubungan yang harmonis antara pimpinan manajemen dengan para karyawan dan antara pimpinan dengan pemilik perusahaan atau sebaliknya. Begitu juga kemampuannya untuk menjembatani atau membangun hubungan komunikasi dengan masyarakat luar sebagai publiknya.
Sedangkan arti penting bidang komunikasi manajemen pada sebuah organisasi atau perusahaan dapat di tinjau dari dua faktor, yaitu “komunikasi antar manajemen” dan “hubungan antar manusia (human relations).” Berkaitan dengan upaya PR untuk memelihara komunikasi dua arah timbal balik melalui berbagai media PR, baik sebagai alat maupun saluran untuk arus kelancaran komunikasinya. Kemudian PR itu sendiri memiliki fungsi kelembagaan(state of being),dapat berbentuk departemen,unit atau bagian dari suatu struktur manajemen perusahaan bersangkutan secara keseluruhan.
Sebagai ilmu pengetahuan manajemen bersifat universal dan sistematis, yaitu mencakupi kaidah-kaidah,prinsip-prinsip dan konsepsi serta mengacu pada landasan teoretis yang ada dalam melaksanakan fungsi-fungsi dasar dari manajemen umum; tahap perencanaan, perorganisasian, pengoordinasian dan hingga tahap penilaian (evaluasi). Sebagai suatu seni, manajemen merupakan bagaimana cara memimpin (leadership) orang lain demi mencapai tujuan bersama pada sebuah lembaga/organisasi, termasuk manajemen untuk mengelola bidang keuangan, manajemen pemasaran dan lain sebagainya. Disamping itu kemampuan praktisi PR/Humas dalam berkomunikasi (Communication Skill) dan membangun hubungan (Relationship) positif.
Khususnya dalam merancang program kerja Public Relations (PR) atau Humas (Hubungan Masyarakat), dan dalam upaya untuk menyelenggarakan komunikasi dua arah, peranan dalam dan fungsi manajemen mutlak diperlukan. Tidak heran kalau seorang pakar komunikasi mengatakan bahwa kegiatan Public Relations merupakan perpaduan antara seni dan gabungan ilmu-ilmu sosial yang akan mampu menganalisis kecenderungan serta meramalkan apa dan akibat yang terjadi dikemudian hari. Artinya Management of Public Relations (Manajemen PR/Humas) memerlukan pemikiran, dan konsepsi suatu perencanaan, perorganisasian, pengkomunikasian, serta pengoordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi/lembaga yang diwakilinya. Keberhasilan karya atau prestasi kerja dari pihak Public Relations tersebut tidak terlepas dari kemampuan profesionalisme individu-individu yang terlibat dalam kegiatan manajemen organisasi yang juga menuntut eperangkat pengetahuan, keterampilan, kejujuran, integritas, loyalitas, dan kredibilitas yang tinggi.
Pada dasarnya aktivitas Public Relations meliputi kegiatan  mulai dari pembenahan organisasi itu sendiri, hingga kegiatan yang bersifat membangun atau menciptakan citra perusahaan dan hubungan yang positif dimata publiknya. Jadi menurut pakar Humas/PR, secara struktural, Public relations merupakan bagian integral dari suatu kelembagaan atau organisasi, dan bukan merupakan fungsi yang terpisah dari sistem manajemen suatu perusahaan/organisasi. Hal ini dibuktikan dengan sangat menentukannya upaya Humas/PR dalam menyelenggarakan komunikasi timbal balik antar organisasi/lembaga dengan publiknya dalam upaya meraih citra positif.
Sebagai Manajer Humas yang profesional dan integritas tinggi maka yang bersangkutan harus memiliki penguasaan dasar ilmu manajemen, research, psikologi dan sosiologi. Juga memiliki kemampuan melakukan komunikasi secara efektif, dan pengetahuan cara penerapannya atau dapat melaksanakan(aplikasinya), baik menurut kemampuan dari aspek fungsi manajerial secara efisien dan efektif, maupun aspek-aspek pengetahuan teknis operasionalnya.
Organisasi merupakan suatu kerangka karya dari suatu proses manajemen yang menunjukan adanya pembagian tugas, kewajiban dan peran yang jelas bagi para personelnya. Artinya ada tiga klasifikasi yang terkandung didalam suatu organisai; pertama, ada yang memimpin dan kedua  ada beberapa orang yang harus dipimpin dalam satu manajemen organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Ketiga, bagaimana bentuk pelaksanaan komunikasinya dan upaya membina hubungan baik dalam organisasi tersebut dengan pihak publiknya.
Dalam kaitanya dengan paragraf diatas, bidang komunikasi manajemen dalam sebuah organisasi/lembaga dapat ditinjau dari dua segi, yakni segi komunikasi antar manajemen dan lainnya segi hubungan antar manusia. Aktivitas bidang komunikasi dalam manajemen pada umumnya, berkaitan dengan usaha memelihara komunikasi dua arah atau timbal balik bagi suatu tim kerja sama antardepartemen, dan sekelompok orang dalam satu organisasi serta memanfaatkan sumber daya manusia yang ada untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Kemudian komunikasi anatara manusia, dapat dilihat dalam arti luas, seperti interaksi satu kelompok dengan kelompok lainnya, atau antara perusahaan dengan publik untuk mencapai kepuasaan bersama. Sedangkan dalam arti sempit, bentuk komunikasi interaksi yang terjadi dalam suatu organisasi kekaryaan, misalnya komunikasi antar pimpinan dan bawahan atau sebaliknya atau upaya memotivasi hubungan komunikasi yang positif antarpara karyawan pada sebuah lembaga / perusahaan untuk mencapai produktivitas yang tinggi atau sense of belonging terhadap perusahaan.
Komunikasi dua arah timbal balik tersebut merupakan faktor utama bagi keberhasilan seorang Manajer Humas dalam melakukan proses kegiatan manajemen kehumasan dan media komunikasi lembaga/organisasi yang diwakilinya. Proses tersebut terdiri dari bebrapa tahap, antara lain:
1.       Perencanaan (Planning)
2.       Pengorganisasian (Organizing)
3.       Pengoordinasian (Coordinating)
4.       Pengkomunikasian (Communicating)
5.       Pengawasan (Controling) dan
6.       Penilaian (Evaluating)

By Tris Stuart Little
di susun oleh Tris Stuart Little dan saya mengucapkan terimakasi bnyak